Tuesday, March 3, 2009

HIGHWAY ENGINEERING, ASSIGMENT PART 2, NO.4

JELASKAN APA YANG

DIMAKSUD ISTILAH

"LATASIR" ?


24 comments:

Alfian Eka H Y said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

Thomas Arya P. said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

andreashendrata_wibisana said...

Buat Alfian dan Thomas thanks
atas kesediaannya menjawab
langsung pada kolom comment
siapa lagi yang menyusul,
jawaban akan ditunggu !

yayan ahmad irawan said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

mei suci wulan.s said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

setyo ajeng.m said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

ahmad fauzi said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

bledeg"s mania said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm.

(0753010020)

septian cripsi pratama said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm.

Tito Kusuma (it3m'z) said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

risang rukmantoro said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

sanggra umar dani said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI


tugas oleh : sanggra umar dani(0753010038)

didin hendri said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI

rouf_priadi said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm (No. 8)


sumber : Standart Nasional Indonesia


tugas oleh ; ROUF PRIADI
NPM : 0753010031

m. zakiyul fuad said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

destriawan santoso said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI

mirawati S said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI

intan timoer s said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

Diyana eka Kartika S said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI

vishe nurdanatri said...

Latasir atau lapis tipis aspal pasir merupakan lapis penutup permukaan perkerasan yang
terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya, dan aspal keras yang
dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada temperatur tertentu.
Spesifikasi Latasir telah dikembangkan sejak tahun 1983, yaitu dengan diterbitkannya
pedoman berupa buku Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Aspal Pasir, yang dikembangkan
oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan No. 02/PT/B/1983. Selanjutnya dikembangkan
pula standar nasional yaitu SNI 03-6749-2002, yang selanjutnya pula dilakukan revisi untuk
lebih menyempurnakan secara substansial dan memenuhi kebutuhan dalam pekerjaan
pembangunan jalan.

Latasir terdiri atas 2 kelas: Latasir kelas A atau SS-1 (Sand Sheet-1) dengan ukuran nominal
butir agregat atau pasir 9,5 mm, dan Latasir kelas B atau SS-2 (Sand Sheet-2) dengan
ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.

Pada umumnya tebal nominal minimum untuk Latasir A dan Latasir B masing-masing 2,0 cm
dan 1,5 cm dengan toleransi ± 2,0 mm. Latasir pada umumnya digunakan untuk
perencanaan jalan dengan lalu lintas tidak terlalu tinggi ( 500.000 SST), tetapi dapat pula
digunakan untuk pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan sementara pada lalu lintas yang
lebih tinggi. Spesifikasi ini menetapkan persyaratan aspal, agregat dan sifat-sifat campuran aspal-pasir
yang digunakan sebagai lapis tipis aspal-pasir (Latasir) untuk permukaan perkerasan.
Jenis campuran Latasir terdiri atas 2 kelas, yaitu Latasir kelas A atau SS-A (Sand Sheet-A)
3
dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 9,5 mm (
/ inci), dan Latasir kelas B atau
8
SS-B (Sand Sheet-B) dengan ukuran nominal butir agregat atau pasir 2,36 mm.


sumber : SNI

dwi istyiawan said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

Dedik suhendrik.p said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) adalah penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam yang bergradasi terus menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm.

hendri permana said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm

janu prasta said...

latasir (lapis tipis aspal pasir) merupakan penutup yang terdiri dari lapisan aspal dan pasir alam bergradasi menerus dicampur dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu dengan tebal padat 1-2 cm